TUBEKTOMI PDF

Damar Upahita - Dokter Umum Jika sterilisasi pada laki-laki dikenal sebagai prosedur vasektomi , maka sterilisasi pada wanita disebut dengan tubektomi. Tubektomi umumnya dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah tidak menginginkan kehamilan. Meski demikian, Anda perlu mengetahui lebih lanjut mengenai tubektomi atau disebut masyarakat sebagai steril kandungan, sebelum memutuskannya. Berikut ulasan lengkap seputar tubektomi.

Author:Zulkir Vudora
Country:Uzbekistan
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):16 February 2012
Pages:432
PDF File Size:20.99 Mb
ePub File Size:19.65 Mb
ISBN:203-9-67953-140-1
Downloads:2838
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Grojora



Episiotomi Persiapan dan Prosedur Tubektomi Tubektomi merupakan prosedur yang cukup rumit dan perlu dokter spesialis yang melakukannya. Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan tubektomi. Pasangan yang ingin melakukan tindakan ini harus melakukan konseling terlebih dahulu dengan dokter yang bersangkutan untuk mendiskusikan beberapa hal yang berkaitan dengan jalannya operasi nanti. Konseling merupakan suatu proses untuk memberikan bantuan kepada pasien supaya memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai tindakan tubektomi.

Persiapan Adapun hal-hal yang harus disiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan tubektomi ialah: Pasien harus puasa makan minimal selama 8 jam sebelum operasi. Bagi yang memiliki riwayat penyakit maag, agar mengkonsumsi obat maag sebelum dan sesudah puasa. Pasien dianjurkan untuk tidak memakai perhiasan, kosmetik, cat kuku dan sejenisnya. Sebelum menuju tempat pelayanan kesehatan, pasien dianjurkan untuk mandi dan membersihkan area perut bagian bawah, rambut kemaluan dipotong atau dicukur dan membersihkan vagina.

Datang ke pusat pelayanan kesehatan tepat waktu dengan ditemani anggota keluarga, dianjurkan suami yang menemani. Di tempat pelayanan, pasien dan pasangannya dianjurkan mengisi informed consent terkait tindakan ini.

Informed consent ini merupakan surat persetujuan oleh pasien terhadap tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter yang bersangkutan setelah mendapatkan penjelasan rinci terhadap tindakan tersebut. Informed consent bertujuan sebagai perlindungan hukum kepada pasien dan dokter terhadap hal-hal yang tidak diinginkan nantinya. Pasien wajib memberikan surat keterangan sehat ataupun riwayat medis yang berisikan kondisi saat ini dan penjelasan mengenai riwayat penyakit yang pernah diderita.

Biasanya sebelum tindakan, dokter akan memberikan beberapa pertanyaan yang behubungan untuk mengetahui adanya indikasi dan kontraindikasi pada pasien tersebut. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai status kesehatan terkini pada pasien tersebut. Untuk memastikan bahwa kondisi pasien benar-benar siap untuk tindakan tubektomi, perlu adanya pemeriksaan laboratorium terkait hasil yang didapat selama anamnesis pasien.

Hasil laboratorium nantinya akan menjadi penunjang buat dokter untuk memutuskan apakah tubektomi ini dapat dilakukan atau tidak. Selanjutnya pasien diminta untuk mengosongkan kandung kencingnya. Selain itu nantinya sebelum operasi petugas kesehatan akan memasang kateter urin untuk mengontrol jumlah cairan yang keluar selama operasi.

Selanjutnya dokter akan melakukan anastesi pada pasein dan melakukan tindakan asepsis dan antisepsis di daerah abdomen yang akan dioperasi. Prosedur Operasi Prosedur operasi dilakukan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya di dalam ruang operasi. Ada beberapa cara tindakan yang dapat dilakukan untuk tubektomi, antara lain: Laparotomi biasa Tindakan ini diketahui menjadi yang paling banyak dilakukan pada proses tubektomi di Indonesia yang tepatnya adalah sebelum tahun an.

Tubektomi dengan cara ini biasa dilakukan setelah persalinan atau bersamaan dengan seksio sesarea. Dokter akan melakukan melakukan pengikatan dan memotong serta mengangkat atau menghilangkan sebagian tuba.

Saat ini tindakan ini sudah jarang diminati dan hanya dilakukan apabila ada indikasi. Laparotomi mini suprapubik Tindakan biasanya paling mudah dilakukan setelah hari pasca persalinan. Operasi ini dimana dokter akan membuat sayatan kecil sepanjang cm pada dinding perut di bawah pusat.

Kemudian tuba fallopi dicari dan dilakukan tindakan mengikat dan memotong serta mengangkat atau menghilangkan sebagian tuba. Tindakan ini lebih sederhana dan lebih mudah dari pada laparotomi. Kolpotomi Terdapat dua jenis kolpotomi, yaitu kolpotomi posterior dan anterior. Namun dokter saat ini lebih banyak menggunakan cara kolpotomi posterior dari pada kolpotomi anterior. Dikarenakan cara kolpotomi posterior lebih mudah dan rendah resiko perlukaan kandung kencing.

Tindakan pada tuba adalah mengikat dan memotong dan menghilangkan sebagian tuba. Laparoskopi Laparoskopi merupakan tindakan terbaru dan canggih, dengan cara melihat isi rongga perut dengan menggunakan lensa sejenis teleskop. Karena laparoskopi bukan merupakan operasi terbuka sehingga resiko infeksi selama operasi lebih rendah daripada operasi cara lainnya. Laparoskopi tidak boleh dilakukan pada wanita yang pernah mengalami laparotomi, karena adanya perlengketan pada organ yang mempersulit masuknya alat laparoskopi.

Tindakan yang dilakukan pada tubah adalah mengoklusi dengan cara cincin falope atau kauterisasi. Keuntungan dari prosedur laparoskopi adalah tindakan pembedahan yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih aman. Namun terdapat juga kerugian yang apabila terjadi perlukaan organ dalam maka perlu untuk dilakukan operasi terbuka laparotomi. Bagaimana perawatan setelah tubektomi?

Wanita yang baru saja melakukan tubektomi akan dirawat inap selama beberapa hari di rumah sakit. Pasien dianjurkan untuk memperhatikan beberapa hal berikut: Sebaiknya istirahat total selama hari dan tidak dianjurkan melakukan pekerjaan berat selama 7 hari.

Menjaga kebersihan area luka bekas operasi dan usahakan jangan sampai terkena air selama 1 minggu atau sampai benar-benar kering. Tidak dianjurkan berhubungan badan sampai luka benar-benar sembuh, kurang lebih 1 minggu.

Akan tetapi apabila tubektomi dilakukan pasca persalinan atau keguguran, hubungan badan hanya bisa dilakukan setelah 40 hari. Info penting lainnya:.

LEIBNIZ ESSAIS DE THEODICEE PDF

Tubektomi – Prosedur, Manfaat, Efek Samping dan Biaya

Namun, jika Mama berencana untuk mencegah kehamilan secara permanen, maka KB steril atau tubektomi adalah pilihan terbaik. Tubektomi atau KB steril pada umumnya diminati oleh pasangan suami isteri yang tidak berniat menambah jumlah anak, tidak ingin memiliki keturunan atau memiliki resiko kehamilan yang tinggi seperti hamil di atas usia 40 tahun. Pasalnya, kontrasepsi ini bersifat permanen. Cara kerja KB steril ini dilakukan dengan mengikat atau memotong saluran tuba falopi, sehingga sel telur tidak akan menemukan jalan menuju rahim dan begitupula dengan sperma yang tidak mampu mencapai tuba falopi untuk membuahi sel telur.

FIEVRE CATARRHALE OVINE PDF

Sterilisasi atau Tubektomi, Kontrasepsi Permanen untuk Cegah Kehamilan

Kontrasepsi Mantap, Tubektomi, Vasektomi Kontrasepsi mantap atau biasa disebut sterilisasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu tubektomi untuk wanita dan vasektomi untuk pria. Kontrasepsi mantap pada umumnya bersifat permanen walau juga terdapat beberapa teknik yang memungkinkan rekanalisasi saluran tuba atau vas deferen. Untuk angka keberhasilan kontrasepsi ini cukup tinggi dan angka kegagalannya rendah sehingga kontap merupakan salah satu jenis kotrasepsi pilihan. Namun seiring dengan terjadinya peledakan jumlah penduduk dunia, konsep tersebut telah berubah, dan sekarang kontap merupakan salah satu upaya pembatasan jumlah anak. Waktu pelaksanaan tubektomi: Masa interval : selesai haid Pasca persalinan : sebaiknya sebelum 24 jam dan selambat-lambatnya 48 jam pasca persalinan. Jika lewat dari 48 jam maka tindakan tubektomi akan dipersulit oleh udem tuba, infeksi sehingga dapat mengakibatkan kegagalan sterilisasi.. Pasca keguguran post abortum : sesudah terjadi abortus dapat langsung dilakukan sterilisasi.

Related Articles