JURNAL METODE TITRIMETRI PDF

Metode analisis gravimetri adalah suatu metode analisis yang didasarkan pada pengukuran berat, yang melibatkan pembentukan, isolasi dan pengukuran berat dari suatu endapan. Tahap awal analisis gravimetri adalah pemisahan komponen yang ingin diketahui dari komponen-komponen lain yang terdapat dalam suatu sampel kemudian dilakukan pengendapan. Tidak semua cara gravimetri didasarkan pada pembentukan endapan, ada juga yang didasarkan pada pengusiran suatu komponen sebagai gas, lalu hasil reaksi itu ditimbang. Misalnya, penentuan karbonat dapat dilakukan dengan penambahan asam, sehingga karbonat terurai menjadi gas CO2 lalu gas CO2 ini ditangkap dan ditimbang.

Author:Kajiktilar Vijin
Country:Mexico
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):18 July 2004
Pages:236
PDF File Size:10.47 Mb
ePub File Size:7.58 Mb
ISBN:737-2-78887-744-5
Downloads:51495
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gabei



Endang Budiasih, M. Oleh: 1. Arifah Nurfitriyah 2. Diana Romantika 3. Intan Surya Mentari 4. Syalawat dan salam selalu kita hanturkan kepada nabi besar kita Muhammad SAW, yang telah memberikan petunjuk hingga ahir zaman untuk kita umatnya. Dalam penyusunan makalah ini yang pastinya mengalami masalah , namun itu semua dapat teratasi dengan berbagai dukungan dan bimbingan dari pihak-pihak lain , untuk itu penulis mengucapkan terima kasih: 1.

Kepada Bu Endang Budiasih, S. Kepada Pustakawan Universitas Negeri Malang yang telah menyediakan referensi dalam penulisan makalah ini 3. Semua teman-teman yang selalu memberikan saran dan kritik dalam penyusunan makalah ini Demikian penyusunan dari tugas makalah ini, semoga dengan tugas ini dapat berguna dan membantu dalam proses belajar mengajar, dan penilaian.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu, penulis sangat mengharapakan kritik dan saran yang bersifat membangun khususnya dalam proses belajar mengajar. Akhir kata kami mengucapakan terima kasih. Titran merupakan zat yang digunakan untuk mentitrasi.

Analit adalah zat yang akan ditentukan konsentrasi atau kadarnya. Selanjutnya akan dikatakan titik ekuivalen dari titrasi telah dicapai. Larutan standar merupakan larutan yang telah diketahui konsentrasinya. Agar diketahui kapan harus berhenti menambahkan titran, kimiawan dapat menggunakan bahan kimia, yaitu indikator, bereaksi terhadap kehadiran titran yang berlebih dengan melakukan perubahan warna.

Perubahan warna ini bisa saja terjadi persis pada titik ekivalen, tetapi bisa juga tidak. Titik dalam titrasi dimana indikator berubah warnanya disebut titik akhir. Tentu saja diharapkan, bahwa titik akhir ini sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Pemilihan indikator untuk membuat kedua titik sama atau mengoreksi perbedaan di antara keduanya adalah satu aspek yang penting dalam metode titrimetri. Dalam percobaan dalam laboratorium kita sebagai mahasiswa kimia sering dipertemukan dengan yang disebutdengan titrasi.

Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatkan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya.

Istilah titrimetri dulunya dikenal sebagai volumetri. Tetapi dari titik pandangan yang teliti, istilah titrimetri lebih disukai karena pengukuran volume tidaklah terbatas pada titrasi. Misalnya, dalam analisis-analisis tertentu orang mungkin mengukur volume gas.

Larutan kedua yang berada di dalam gelas kimia disebut larutan standar sekunder, dimana konsentrasinya ditetapkan oleh suatu proses yang disebut standardisasi. Titik ekuivalensi suatu proses titrasi tercapai ketika penambahan titran diteruskan sampai sejumlah T yang secara kimia setara dengan A.

Suatu indikator digunakan untuk mengidentifikasi kapan penambahan titran harus dihentikan. Indikator akan menunjukkan perubahan warna pada rentang pH tertentu setelah titik ekuivalensi tercapai. Titik dalam titrasi pada saat indikator berubah warna disebut titik akhir titrasi. Dengan memilih indikator yang tepat untuk menghimpitkan kedua titik itu mengkoreksi selisih antara keduanya merupakan salah satu aspek yang penting dari analisis titrimetri.

Reaksi Asam Basa, terdapat sejumlah besar asam dan basa yang dapat ditetapkan dengan titrimetri. Reaksi Oksidasi-Reduksi, Reaksi kimia yang melibatkan oksidasi reduksi digunakan secara meluas dalam analisis titrimetri. Suatu zat pengoksidasi lain yang digunakan secara meluas sebagai suatu titran adalah kalium permanganat, KMnO4. Reaksi Pengendapan, pengendapan kation perak dengan anion halogen merupakan rosedur titrimetri yang meluas penggunaannya. Reaksi Pembentukan Kompleks, suatu contoh reaksi dimana terbentuk suatu kompleks stabil antara ion perak dan sianida.

Reagen yang bersifat organic seperti asam etilenadiaminatetraasetat EDTA membentuk komplek stabil dengan sejumlah ion logam dan digunakan secara meluas untuk penetapan titrimetri logam. Suatu reaksi tidak boleh menghasilkan reaksi samping. Tetapan kesetimbangan haruslah sangat besar. Harus dapat digunakan beberapa indikator dan metode untuk menetapkan kapan titik ekuivalensi tercapai dan kapan penambahan titran dihentikan. Reaksi haruslah berjalan cepat, sehingga titrasi tidak memakan waktu yang lama.

Reaksi tersebut hanya ada satu reaksi dan tak terukur cepatnya yang berlangsung lengkap dengan tetapan kesetimbangan sebesar 1x pada. Reaksi lain tidak cukup lengkap untuk memenuhi persyaratan dua.

Sehingga perubahan pH untuk beberapa tetes titran pada titik ekuivalensi sangatlah kecil, dan volum titran yang diperlukan tak dapat ditetapkan dengan ketepatan yang baik sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk titrasi. Bobot molekul dan bobot rumus Mol didefinisikan sebagai zat yang mengandung satuan-satuan nyata entitas sebanyak atom dalam 12 gram nuklida isotop carbon Satuan nyata itu dapat berupa atom, molekul, ion, ataupun electron.

Karena 12 g Karbon mengandung atom sebanyak bilangan Avogadro, maka 1 mol zat apa saja mengandung 6, x partikel elementer. Bobot gram molekul atau biasa disingkat dengan bobot molekul adalah bobot dalam gram dari suatu mol zat. Bobot gram — rumus atau bobot rumus adalah penjumlahan dari bobot-bobot atom semua dalam rumus kimia suatu zat dan normalnya sama dengan bobot molekul.

Dalam situasi dimana terjadi disosiasi ataupun embentukan kompleks, yang mengakibatkan kuantitas yang cukup dari molekul maupun ion dalam suatu larutan, akan digunakan formalitas sebagai system konsentrasi untuk menyatakan banaknya total suatu zat yang ditambahkan kedalam suatu larutan, dan molaritas untuk menyatakan konsentrasi kesetimbangan dari masing-masing spesies.

Bobot ekuivalen a. Asam — Basa. Bobot gram ekuivalen adalah bobot dalam gram dari suatu zat yang dapat diperlukan untuk memberikan atau bereaksi dengan 1 mol elektron. Pengendapan atau pembentukkan Kompleks. Bobot ekuivalen suatu zat disebut ekuivalen, tepat sama seperti bobot molekul disebut mol. Perhitungan stoikiometrik dapat dilakukan baik menggunakan mol ataupun ekuivalen, apapun yang digunakan hasilnya haruslah sama. Sistem Konsentrasi Yang paling sering digunakan untuk analisis titrimetri adalah molaritas dan normalitas.

Sedangkan formalitas dan konsentrasi analitis hanya digunakan di mana terjadi disosiasi atau pembentukan kompleks. Persen bobot digunakan untuk menyatakan konsentrasi kira-kira dari reagensia laboratorium. Molaritas Molaritas didefinisikan sebagai banyaknya mol zat terlarut tiap 1 Liter larutan. Sistem konsentrasi ini didasarkan pada volume larutan, oleh karenanya nyaman untuk digunakan dalam prosedur laboratorium dengan kuantitas yang terukur.

Karena dimana g adalah gram zat terlarut dan BM adalah bobot molekul zat terlarut maka, molaritas juga dapat dituliskan sebagai: b. Formalitas Formalitas didefinisikan sebagai banyaknya bobot rumus zat terlarut per liter larutan. Karena dimana g banyaknya zat terlarut dalam gram dan BR bobot rumus, maka formalitas dapat dituliskan sebagai Bobot rumus biasanyanya sinonim dengan bobot molekul, karena itu biasanya formalitas sama dengan molaritas.

Ketika terjadi disosiasi atau pembentukan kompleks, formalitas digunakan untuk menyatakan konsentrasi total semua spesies yang ada dalam pelarut.

Normalitas Normalitas didefinisikan sebagai banyaknya ekuivalen zat terlarut setiap 1 Liter larutan. Normalitas dapat dituliskan sebagai dengan N adalah normalitas, ek adalah massa ekuivalen dan Vvolume larutan dalam Liter. Karena dengan g ialah gram zat terlarut dan BE adalah bobot ekuivalen maka, d. Persen Bobot Persen bobot menyatakan gram zat terlarut per seratus gram larutan. Bagian tiap juta ppm Bagian tiap juta ppm menyatakan jumlah satu komponen dalam 1juta bagian campuran.

Untuk larutan yang lebih encer digunakan bagian tiap milyar ppb. Miliekuivalen dan Milimol Dalam prosedur titrimetri volum titran yang digunakan biasanya kurang dari 50 mL dan konsentrasinya sekitar 0,1 ke 0,2 N. Titer Satuan titer adalah bobot per volume, namun bobot itu adalah bobot reagensia yang bereaksi dengan larutan bukan bobot zat terlarut.

Titer dapat diubah dengan mudah ke normalitas seperti tampak dari hubungan-hubungan berikut. Pada dasarnya cara titrimetri ini terdiri dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara stoikiometri dengan zat yang akan ditentukan.

Larutan pereaksi ini biasanya diketahui kepekatannya dengan pasti dan disebut pentitter atau larutan baku. Sedangkan proses pembentukan atau penambahan pentitter ke dalam larutan zat yang akan ditentukan disebut titrasi. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan agar penulisan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi.

Makalah Titrimetri. Khopkar, S. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI press. Related Papers.

30 BANGS ROOSH PDF

Analisis Gravimetri, Prinsip Dasar Dan Jenis Jenis Metode Analisis

Pelaksanaan pengukuran volume ini disebut juga titrasi, yaitu larutan penitar diteteskan setetes demi setetes ke dalam larutan sampel sampai tercapai titik akhir. Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi pada pelaksanaan titrasi, maka titrasi dapat dibagi sebagai berikut: a. Reaksi metatetik, yaitu suatu reaksi berdasarkan pertukaran ion tanpa adanya perubahan bilangan oksidasi. Reaksi redoks, dalam reaksi ini terjadi perpindahan elektron atau perubahan bilangan oksidasi. Dalam lingkungan asam dua molekul permanganat dapat melepaskan lima atom oksigen bila ada zat yang dapat dioksidasikan oleh oksigen itu. Titik akhir ditunjukkan dengan terbentuknya larutan berwarna merah muda seulas. Zat-zat yang bersifat pereduksi dapat langsung dititar dengan yod, sedangkan zat-zat yang bersifat pengoksidasi dalam larutan asam akan membebaskan yod dari KI yang kemudian dititar dengan Natriumtiosulfat.

BUKU BUYA HAMKA PDF

Jumlah ikatan terbentuk oleh atom logam pusat disebut bilangan koordinasi dari logam. Dari kompleks diatas perak merupakan atom logam dengan hilangnya koordinasi dua, dan sianidanya merupakan ligannya. Reaksi membentuk kompleks dapat disebut sebagai asam — basa lewis dengan ligan bekerja sebagai basa dengan memberikan sepasang elektron. Kepada kation yang merupakan suatu asam.

Related Articles