IMPLIKATUR PERCAKAPAN PDF

Sabtu, 01 Juni Jenis-Jenis Implikatur Dalam artikel sebelumnya, penulis telah membahas tentang definisi dari implikatur, percakapan implikatur beserta contoh-contohnya. Kali ini, penulis akan coba menjabarkan tentang jenis-jenis dari implikatur menurut teori dari para ahli pragmatik dan semantik. Dalam teorinya, Grice membedakan dua macam implikatur, yaitu conventional implicature implikatur konvensional dan conversational implicature implikatur non konvensional atau implikatur percakapan. Adapun implikatur nonkonvensional adalah implikatur yang diperoleh dari fungsi pragmatis yang tersirat dalam suatu percakapan.

Author:Nikom Mauhn
Country:Sierra Leone
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):20 April 2006
Pages:63
PDF File Size:16.59 Mb
ePub File Size:20.74 Mb
ISBN:438-5-40187-673-2
Downloads:97972
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tenos



J Nababan yang berjudul ilmu pragmatic teori dan penerapannya yang di ambil dari Internet. Latar Belakang implikatur adalah ujaran yang menyiratkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya diucapkan. Dengan kata lain, implikatur adalah maksud, keinginan, atauungkapan-ungkapan hati yang tersembunyi. Dalam artikelnya yang berjudul Logic and Conversation mengemukakan bahwa sebuah tuturan dapat mengimlikasikan posisinya yang bukan merupakan bagian dari tuturan bersangkutan.

Proposisi yang diimplikasikan itu di sebut implikatur. Barangkali suatu konsep yang paling penting dalam ilmu pragmatic dan yang paling menonjolkan pragmatic sebagai suatu cabang ilmu bahasa ialah konsep implikatur percakapan. Implikatur percakapan ini dimajukan oleh H. Grice dalam ceramah William James di Universitas Harvard pada tahun untuk menanggulangi persoalan makna bahasa yang tidak dapat diselesaikan oleh teori semantic biasa. Didalam implikatur, hubungan antara tuturan yang sesungguhnya dengan maksud tertentu yang tidak dituturkan bersifat tidak mutlak Rahardi Pembahasan tentang implikatur mencakupi pengembangan teori hubungan antara ekspresi, makna, makna penutur, dan implikasi suatu tuturan.

Di dalam teorinya itu, ia membedakan tiga jenis implikatur, yaitu implikatur konvensional, implikatur nonkonvensional, dan praanggapan. Selanjutnya implikatur nonkonvensional dikenal dengan nama implikatur percakapan.

Selain ketiga macam implikatur itu, ia pun membedakan dua macam implikatur percakapan, yaitu implikatur pecakapan khusus dan implikatur percakapan umum. Grice dalam Rustono B. Rumusan Masalah 1. Jelaskan pengertian implikatur percakapan? Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri implikatur? Subutkan jenis-jenis implikatur? Tujuan Setiap tindakan harus disertai dengan tujuan, demekian juga dengan makalah ini, tujuan dari makalah ini yakni memberikan gambaran kepada pembaca untuk mengetahui penertian implikatur percakapan, cirri-ciri implikatur, dan jenis-jenis impliktur.

Pengertian Implikatur 1. Menurut Brown dan Yule : 31 Istilah implikatur dipakai untuk menerangkan apa yang mungkin diartikan, disarankan,atau dimaksudkan oleh penutur yang berbeda dengan apa yang sebenarnya yangdikatakan oleh penutur. Pendapat itu bertumpu pada suatu makna yang berbeda dengan makna tuturan secara harfiah. Grice, H. P, Menunjukkan bahwa sebuah implikatur merupakan sebuah proposisi yang diimplikasikan melalui ujaran dari sebuah kalimat dalam suatu konteks, sekalipun proposisi itu sendiri bukan suatu bagian dari hal yang dinyatakan sebelumnya Gazdar, HampIr sama dengan pendapat Brown dan Yule, tetapi Grice mencoba mengaitkan suatu konteks yang melingkupi suatu tuturan yang turut memberi makna.

Lebih singkat lagi, Grice, H. Berangkat dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa implikatur percakapan adalah suatu bagian dari kajian pragmatik yang lebih mengkhususkan kajian pada suatu makna yang implisit dari suatu percakapan yang berbeda dengan makna harfiah dari suatu percakapan. Untuk lebih memperjelas pemahaman tentang implikatur ini. Sesuatu implikatur percakapan dapat dibatalkan dalam hal tertentu, umpamanya dengan menambahkan klausa yang mengatakan bahwa seseorang tidak mau memakai implikatur percakapan itu, atau memberikan suatu konteks untuk membatalkan implikatur itu.

Biasanya tidak ada cara lain untuk mengatakan apa yang dikatakan dan masih mempertahankan implikatur yang bersangkutan. Implikatur percakapan mempersyaratkan pengetahuan terlebih dahulu arti konvensional dari kalimat yang dipakai.

Oleh karena itu, isi implikaturpercakapan tidak termasuk dalam arti kalimat yang dipakai. Kebenaran isi dari suatu implikatur percakapan bukan tergantung pada kebenaran yang dikatakan. Oleh karena itu, implikatur tidak didasarkan atas apa yang dikatakan, tetapi atas tindakan yang mengatakan hal itu. Senada dengan pendapat sebelumnya Grice, H. P Mujiyono, mengemukakan ada 5 ciri-ciri dari implikatur percakapan, yakni: 1.

Dalam keadaan tertentu, implikatur percakapan dapat dibatalkan baik dengan cara eksplisit ataupun dengan cara kontektual cancellable. Ketidak terpisahan implikatur percakapan dengan cara menyatakan sesuatu. Biasanya tidak ada cara lain yang lebih tepat untuk mengatakan sesuatu itu, sehingga orang memakai tuturan bermuatan implikatur untuk menyampaikannya nondetachable.

Implikatur percakapan mempersyaratkan makna konvensional dari kalimat yang dipakai, tetapi isi implikatur tidak masuk dalam makna konvensional kalimat itu nonconventional. Implikatur percakapan tidak dapat diberi penjelasan spesifik yang pasti sifatnya indeterminate. Masih tentang ciri-ciri, menurut Levinson, C.

Stephen terdapat 4 ciri utama dari suatu implikatur percakapan, yakni: 1. Non-detachability, adalah implikatur dilekatkan pada isi semantik dari apa yang dituturkan, tidak pada bentuk linguistik, maka implikatur tidak dapat dipisahkan dari suatu tuturan 3.

Calculability, dimaksudkan untuk setiap implikatur yang diduga harus memungkinkan untuk menyusun suatu argumen yang menunjukkan bahwa makna harfiah suatu tuturan dipadu dengan prinsip kerja sama dan maksim-maksimnya. Non-conventionality, artinya untuk mengetahui makna harfiah, dapat diduga implikaturnya dalam suatu konteks, implikatur tidak dapat sebagai bagian dari makna itu. Tiga pendapat tentang ciri-ciri dari suatu implikatur percakapan pada dasarnya sama.

Ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu implikatur percakapan memiliki ciri-ciri, yakni : 1 Sesuatu implikatur percakapan dapat dibatalkan dalam hal tertentu cancellability , 2 Biasanya tidak ada cara lain untuk mengatakan apa yang dikatakan dan masih mempertahankan implikatur yang bersangkutan nondetachable , 3 Implikatur percakapan mempersyaratkan pengetahuan terlebih dahulu arti konvensional dari kalimat yang dipakai nonconventional , dan 4 Kebenaran isi dari suatu implikatur percakapan bukan tergantung pada kebenaran yang dikatakan calcutable.

Kegunaan Konsep Implikatur Levinson melihat kegunaan konsep implikatur terdiri atas empat, yaitu: 1. Konsep implikatur memungkinkan penjelasan fungsional yang bermakna atas fakta-fakta kebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori linguistic.

Konsep implikatur ini kelihatannya dapat menyederhanakan pemerian semantic dari perbedaan hubungan antar klausa walaupun klausa-klausa itu dihubungkan dengan kata-kata struktur yang sama. Teori Implikatur Grice Grice , juga dalam Steinberg dan Jakobovits, membedakan dua macam makna yang dia sebut natural meaning makna alamiah dan non-natural meaning makna non alamiah.

Makna non alamiah ialah apa yang dimaksud dalam suatu tindakan berkomunikasi atau pesan yang dimaksudkan untuk dikomunikasikan. Teori kedua dari Grice ialah teori tentang bagaimana orang menggunakan bahasa. Dalam teori inilah dikembangkan konsep implikatur.

Konsep ini timbul dari pendapat Grice bahwa ada seperangkat asumsi yang melingkupi dan mengatur kegiatan percakapan sebagai suatu tindakan berbahasa. Menurut analisisnya, perangkat asumsi yang memandu tindakan orang dalam percakapan untuk mencapai hasil yang baik.

Panduan itu adalah kerjasama yang diperlukan untuk dapat menggunakan bahasa secara berhasil guna efektif dan berdaya guna efisien. Perangkat asumsi panduan itu, menurut Grice, terdiri atas 4 aturan percakapan maxims of conversation yang mendasari kerja sama penggunaan bahasa yang efisien yang secara keseluruhan disebut dasar kerja sama cooperative principle. Sebagaimana dikatakan di atas, asumsi panduan, dasar kerjasama, ini terdiri atas 4 aturan percakapan. Keempat aturan percakapan itu disebut kuantitas,kualitas, hubungan, dan cara.

Perumusan aturan-aturan percakapan adalah sebagai berikut: 1. Kuantitas quantity terdiri atas 2 aturan khusus: a. Buat sumbangan anda seinformatif yang diperlukan untuk tujuan percakapan yang ini. Jangan buat sumbangan anda lebih informative daripada yang diperlukan. Kualitas quality terdiri atas 2 aturan khusus: a. Jangan katakan apa yang anda anggap salah. Jangan katakan sesuatu yang anda tidak dapat dukung dengan bukti yang cukup. Cara manner , yaitu yang mengenai bukan apa yang dikatakan tetapi bagaimana itu diungkapakn.

Aturan utama ini dapat diuraikan atas 4 aturan khusus: a. Anda harus berbicara teratur. Dasar kesopanan ini terasa perlu oleh karena dasar kerjasama tidak dapat menerangkan: 1. Oleh karena itu maka sebaiknya dasar kesopanan ini dipandang sebagai pelengkap dasar kerjasama yang dapat menanggulangi hal-hal yang tidak atau sukar diterangkan dengan dasar kerja sama.

Jenis-Jenis Implikatur Percakapan Ada beberapa jenis implikatur percakapan. Menurut Grice Mudjiono, : ada tiga jenis implikatur percakapan yakni: 1. Contoh: a. Lia orang Tegal, karena itu kalau bicara ceplas-ceplos. Poltak orang Batak, jadi raut mukanya terkesan galak. Implikasi tuturan a adalah bahwa bicara ceplas-ceplos Lia merupakan konsekuensi karena ia orang Tegal. Jika Lia bukan orang Tegal, tentu tuturan itu tidak berimplikasi bahwa bicara ceplas-ceplos Lia karena ia orang Tegal.

Implikasi tuturan b adalah bahwa raut muka galak Poltak merupakan konsekuensi karena ia orang Batak. Jika Poltak bukan orang Batak, tentu tuturan itu tidak berimplikasi bahwa raut muka galak Poltak karena ia orang Batak.

Praanggapan Implikatur praanggapan, lebih mengacu pada suatu pengetahuan bersama antara penutur dan mitra tutur.

Misalnya tuturan berikut ini: a. Ade makan nasi goreng. Hanik membaca tabloid Teen. Istri kepala desa itu sangat cantik Tuturan yang dipraanggapan oleh tuturan A, B, C masing-masing adalah tuturan D, E, dan F berikut ini: d. Ada nasi goreng f. Ada istri 3. Implikatur nonkonvensional. Implikatur nonkonvensional, merupakan suatu implikatur yang lebih mendasarkan maknanya pada suatu konteks yang melingkupi suatu percakapan.

Berikut ini merupakan contoh tuturan di dalam suatu percakapan yang mengandung suatu implikasi percakapan. Mengapa tidak membeli N70 aja? Stephen C. Levinson mengatakan hanya ada dua jenis implikatur percakapan yaitu: 1.

Implikatur percakapan umum implikatur yang munculnya di dalam percakapan dan tidak memerlukan konteks khusus. Implikatur percakapan khusus suatu implikatur yang kemunculannya memerlukan konteks khusus. B: Langit semakin mendung, sebentar lagi hujan datang. Simpulan Implikatur merupakan untuk menerangkan apa yang mungkin diartikan, disarankan, atau dimaksudkan oleh penutur yang berbeda dengan apa yang sebenarnya yangdikatakan oleh penutur. Ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa suatu implikatur percakapan memiliki ciri-ciri, yakni : 1 Sesuatu implikatur percakapan dapat dibatalkan dalam hal tertentu cancellability , 2 Biasanya tidak ada cara lain untuk mengatakan apa yang dikatakan dan masih mempertahankan implikatur yang bersangkutan nondetachable , 3 Implikatur percakapan mempersyaratkan pengetahuan terlebih dahulu arti konvensional dari kalimat yang dipakai nonconventional , dan 4 Kebenaran isi dari suatu implikatur percakapan bukan tergantung pada kebenaran yang dikatakan calcutable.

DESCARGAR SINCRODESTINO DEEPAK CHOPRA PDF

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DAN KLASIFIKASINYA

Jawaban B dalam 5 mungkin mengimplikasikan bahwa B tidak senang dengan Bambang. Akhirnya jawaban B dalam 6 mengimplikasikan bahwa Bambang mungkin adalah seorang yang tidak senang melihat sesuatu yang kotor. Penggunaan kata mungkin dalam menafsirkan implikatur yang ditimbulkan oleh sebuah tuturan tidak terhindarkan sifatnya sehubungan dengan banyaknya kemungkinan atau implikasi yang melandasi kontribusi B dalam 4 , 5 , dan 6. Berbeda halnya dengan implikatur, seperti tercermin dalam tuturan B dan A dalam 1 , 2 , 3 , 4 , 5 dan 6 , pertalian A dan B dalam 7 bersifat multak. Hubungan A dan B dalam hal ini disebut entailment.

LATICRETE 252 PDF

Selasa, 09 Juli Implikatur dalam Pragmatik Implikatur percakapan adalah implikasi pragmatik yang terdapat di dalam percakapan yang timbul sebagai akibat terjadinya pelanggaran prinsip percakapan. Implikatur percakapan terjadi karena adanya kenyataan bahwa sebuah ujaran nyang mempunyai implikasi berupa proposisi yang sebenarnya bukan bagian dari tuturan itu Gunarwan dalam Rustono Didalam implikatur, hubungan antara tuturan yang sesungguhnya dengan maksud tertentu yang tidak dituturkan bersifat tidak mutlak Rahardi Pembahasan tentang implikatur mencakupi pengembangan teori hubungan antara ekspresi, makna, makna penutur, dan implikasi suatu tuturan. Di dalam teorinya itu, ia membedakan tiga jenis implikatur, yaitu implikatur konvensional, implikatur nonkonvensional, dan praanggapan. Selanjutnya implikatur nonkonvensional dikenal dengan nama implikatur percakapan.

Related Articles